Sabtu, 07 Mei 2011

REFLEKSI KADER

AT TAUBAH 41-45


41. Berangkatlah kamu baik dalam Keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
42. kalau yang kamu serukan kepada mereka itu Keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu Amat jauh terasa oleh mereka. mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah: "Jikalau Kami sanggup tentulah Kami berangkat bersama-samamu." mereka membinasakan diri mereka sendiri [ Maksudnya mereka akan binasa disebabkan sumpah mereka yang palsu.] dan Allah mengetahui bahwa Sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.
43. semoga Allah mema'afkanmu. mengapa kamu memberi izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang), sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar (dalam keuzurannya) dan sebelum kamu ketahui orang-orang yang berdusta?
44. orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk tidak ikut berjihad dengan harta dan diri mereka. dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa.
45. Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari Kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keraguannya.








Selasa, 26 April 2011

Pengumuman LID IMM Jakarta Timur 2011


PROPOSAL

LATIHAN INSTRUKTUR DASAR


IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH

CABANG JAKARTA TIMUR






13-15 Mei 2011

“Transformasi Paradigma Kaderisasi dalam membentuk Instruktur Progresif”



Alamat Sekretariat
Jalan Kayu Manis, Jakarta Timur
Blog: http:// pcimmjakartatimur.wordpress.com
Contact Person: Agung TP (085695098859)






PERSYARATAN PESERTA
Persyaratan Umum;
  1. Memiliki track record yang baik dalam lkatan.
  2. Sudah mengikuti perkaderan Darul Arqam Dasar (DAD yang disertai dengan bukti syahadah perkaderan).
  3. Mendapat Rekomendasi dari pimpinan Komisariat IMM terkait dan diserahkan paling lambat 7 hari sebelum pelatihan via e-mail: pcimmjakartatimur@gmail.com.
  4. Mengikuti screening test untuk ditetapkan sebagai peserta Latihan Instruktur Dasar (LID).
  5. Bersedia mengikuti acara perkaderan dari awal sampai selesai.
  6. Membayar uang SWP sebesar Rp. 50.000,00.
  7. Screning tes peserta akan dilaksanakan pada tanggal 9-10 Mei 2011.

Perayaratan Khusus;
  1. Mengisi Formulir yang telah di sediakan oleh Tim Instruktur.
  2. Membuat makalah dalam bentuk essai atau artikel dengan memilih salah satu judul yang berkaitan dengan materi, menggunakan font 12 Garamond minimal 10 halaman 1,5 spasi dilengkapi dengan referensi yang jelas paling lambat 7 hari sebelum acara perkaderan, dikirimkan via email.
  3. Menulis resume buku (yang berhubungan dengan tema atau subtema), menggunakan font 12 Garamond minimal 3 halaman 1,5 spasi dilengkapi dengan referensi yang jelas paling lambat 7 hari sebelum acara perkaderan, dikirimkan via email
  4. Formulir, Essay dan Resume buku dikirimkan ke pcimmjakartatimur@gmail.com (Subjek: LID 2011 NAMA UTUSAN)
  5. Membayar SWO sebesar Rp. 100.000.
  6. Menyerahkan pas photo ukuran 3 x 4 sebanyak 3 lembar.
  7. Membawa buku referensi minimal 5 buku pada saat kegiatan.
  8. Batas akhir pengumpulan persyaratan LID pada Sabtu, tanggal  7 Mei  2011 pukul 00.00 dikirim via email.
  9. Contact Person: Agung TP (085695098859),
NB:
Hal-hal yang belum jelas atau belum ditentukan, akan diberitahukan menyusul.

Rangkaian Materi
1.   Filsafat Pendidikan    
2. Perkaderan Rasulullah "Islam & Perkaderan"
3. Paradigma Kaderisasi Muhammadiyah "SPM" 
4. Paradigma Kaderisasi IMM "SPI"
5.  Psikologi Perkembangan  
6. Psikologi Belajar 
7. Keinstrukturan 
8. Desain Pelatihan & Perkaderan 
9. Manajemen Pelatihan 
10. Manajemen Kelas
11. Komunikasi Efektif


Rencana Pemateri

1.      Taufiqur Rahman, S.IP., MA.
2.      Mohammad Sobar
3.      Muhammad Abdul Halim Sani
4.      Khotimun Susanti
5.      Abdul Munir Mulkhan
6.      Khoirul Annas
7.      Nuning Sulistyowati
8.      Instruktur Nasional


untuk mengakses formulir bisa download disini:
Formulir:  http://www.scribd.com/doc/54027940/Formulir-Lid-yang-Benar
Persyaratan:  http://www.scribd.com/doc/54028021/Persyaratan-LID-IMM-Jakarta-Timur-yang-Benar

Semoga Bermanfaat...

Rabu, 13 April 2011

Kegiatan Meet & Greet Film "Si Anak Kampung" (LSO Seni & Budaya PC IMM Jakarta Timur)

Kegiatan Meet & Greet Film "Si Anak Kampung" yang di selenggarakan 12 April 2011 di Aula Kampus B UHAMKA oleh PC IMM Jakarta Timur, merupakan kegiatan pembuka dari LSO Seni & Budaya yang belum lama didirikan di PC IMM Jakarta Timur yang bekerja sama dengan Maarif Institute Production, Damien Dematra Production serta di sponsori oleh Rimba Group sebagai sponsor panitia.
Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 13:00 s/d 16:00 dengan beberapa rangkaian acara yakni: Jumpa Produser Fajar Riza Ul-Haq, Sutradara Damien Damatra & pemeran tokoh dalam film tersebut Lucky Moniaga, Maya Ayu Permata Sari, Radith Syam dll, lalu dilanjutkan dengan menonton behind the scene & Triler Film "Si Anak Kampung" untuk pertama kalinya dan film ini resmi tayang di Bioskop mulai tanggal 21 April 2011.
Kegiatan yang deketuai oleh IMMawan Ilman Alfarisi ini juga menyuguhkan hiburan bagi Peserta Kegiatan yakni Pementasan Drama oleh Teater Didik BEM FKIP yang di pandu oleh dua presenter kocak (IMMawati Destia & Tami), dan Kegiatan ini ditutup dengan pembagian Door Prize dari Sponsor untuk peserta yang beruntung dan foto bareng bersama pemeran tokoh dalam Film "Si Anak Kampung".
Alhamdulillah kegiatan ini berjalan dengan sukses, semoga dapat memberikan inspirasi dan motivasi kepada kader-kader persyarikatan Muhammadiyah, peserta kegiatan dan masyarakat.  (Agung&Arif)

Sajak Bintang Merah (Untuk Diriku, Temanku, Kampusku & Bangsaku

Sajak Bintang Merah (Untuk Diriku, Temanku, Kampusku & Bangsaku)
oleh: Agung T. Prawoto
Menerawang Lingkungan yang tak lagi sehat
Mengarungi samodra segitiga bermuda
Melirik bangunan dengan penuh rasa heran dan janggal
Menghisap asap pembangunan sampai bengong' "nrimo"
Dahulu ku melihat pepohonan rindang berbuah lebat
Pohon rambutan sebelah masjid masih jadi rebutan buahnya kala itu
Pohon jambu air disebelah kiri masjid masih kokoh berdiri
Kini...
Pohon Rambutan tergusur kanopi yang jaraknya beberapa meter dari bangkainya...
Pohon Jambu air yang sekarang digantikan oleh bungkus perangkat rumah ibadah...
Sebrangnya percis mesin raksasa bekerja tak hentinya...
Orang lalu lalang tanpa wacana...
Masa pembangunan yang mana yang tidak merugikan?
Mansour Fakih "Runtuhnya teori Pembangunan"
Hanya menjadi catatan usang yang berdebu...
nampaknya bangunan perpustakaan mulai hilang peranan
Manusia yang jauh dari buku
Akal yang jauh dari derita lingkungan
Kekuasaan yang jauh dari efek derita
Ruang kelas yang tidak lagi menggairahkan...
Tulisan mulai kering dari tembok-tembok kaku
Hijau tumbuhan kini tergantikan gedung kokoh nan angkuh
dimana kadang orang-orang dengan berbagai ekspresi berkumpul dalam antrian kepentingan...
kadang terlihat lalu lalang orang-orang penting dengan berbagai kepentingan juga'
belantara duka seantero jagat bergema
tak kunjung meredakan kesibukan kota
masa pembangunan sedang berlangsung
materialisme membawa gerbong kebisuan
melintas negeri-kota-kampus penuh hingar dengan barang-barang barunya...
realitas meretas kungkung kepala buntung
berpikir tapi berbohong - Jujur namun takut
keras namun lambat - lembut dan hanyut
tangga-tangga berkerangkeng berisi manusia dengan "uniform"nya
kian memperjelas pertentangan kelas...
kemudian harapan-harapan idealitas mulai kandas...
keramas mereka dengan debu penistaan
kepingan ide-ide liar bermunculan seiring kerasnya penistaan
berpikir pun sulit, menyuarakan dalam tenggerokan ang tercekik
rindu mendalam akan hal-hal yang terang, lugas & berwibawa
teriakan dalam ruang hampa
terngiang dalam benak ini pernyataan Buya Syafii Ma'arif: "Negara tidak memberikan apa-apa pada rakyatnya"
dimana tukang becak tidak akan makan jika ia tidak mengayuh pedalnya...
nelayan tidak akan makan jika iya tidak menantang Samodra
petani yang hidup kian sulit karena kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada nasibnya...
sekarang bukalah mata kita dan lihat disekitar lingkungan kita dengan seksama
karena nabi Muhammad tidak hanya membaca teks namun konteks...
apa-apa yang terkait dengan kepentingan ummat sejauh mana ia memenuhinya...
bandingkan dengan pemenuhan kebutuhan golongannya...
kemandirian adalah tuntutan mutlak bagi kokohnya objektivitas
bintangku kini tak lagi indah ia me'merah sebab marah
matahariku tak lagi memberikan kehangatan pada bumi melainkan ultraviolet yang penuh dampak
bumiku kian merana karena terus diperkosa bergiliran oleh manusia yang tidak manusiawi
dimana tempat bersandar untuk sekadar menahan rasa gugup dari uang bayaran yang dirasa tidak sanggup dibayar?
dimana tempat teduh untuk menghidari panasnya matahari yang sesungguhnya sumber kehidupan
dimana gerbong-gerbong kesejahteraan disandera sehingga ia tidak kunjung tiba?
dimana pendidikan yang manusiawi dikebumikan jika ia telah mati?
mari berhimpun, bersatu padu...
menderukan langkah, jangan goyah...
kala suba akan segera tiba jika kita memintanya untuk segera tiba...
tapi ia akan sampai tujuannya pula walau kita tak meminta, karena sejatinya ia berjalan menuju kearah kita...
"Hasta Siempre" Salam Hangatku untukmu...
Bilahi fii sabilillhaq fastabiqul khaerat...
Semoga Sehat & Sukses Selalu
"Semoga Bermanfaat..."

KOTA METROPOLITAN

Siang itu di kota metropolitan
Panas terik matahari menghujam aspal
Berjalan seorang wanita tua dan anaknya
Meski  angin  membawa aroma tubuh yang tak sedap
Tubuh yang diselimuti kain usang
Berjalan dan terus berjalan
Langkah demi langkah menyisir tiap-tiap pintu
Tak menghalangi langkah kaki yang tak beralas
Mengulurkan tangan
Berharap ada seorang dermawan yang baik hati
Meski terkadang selalu diremehkan
Hanya itulah yang yang ia bisa perbuat
Meski rasa jenuh selalu menghampirinya
Meski perbuatan ini dilarang oleh para pejabat Negara
Tak jarang menjadi kejaran aparat Negara
Tubuh yang lelah dimakan usia
Berlari menghindari kejaran aparat Negara
Banyak orang bilang kota metropolitan menjanjikan
Orang desa berduyun-duyun ke kota
Bertarung dalam pergulatan kota metropolitan
Yang kalah akan di makan kejamnya kota metropolitan
Inilah realitas kota metropolitan